Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Januari 2009

Menerima Kekurangan dan Kelebihan Diri Kita


Kehidupan yang selalu berubah serta penuh dengan perbedaan antara keadaan seseorang dengan orang yang lain, seringlah menimbulkan kejengkelan, kecemburuan dan putus asa. Sering kali kita menyesali, mengapa orang lain lebih bahagia daripada kita, padahal tingkah laku mereka tidak lebih baik daripada kita. Kita yang telah berusaha berbuat baik, penderitaan malah sering mengikuti seperti bayangan kita sendiri. Apakah ada kesalahan kita? Mengapa pula di dunia ini ada orang yang kaya-miskin, sehat-sakit-sakitan, umur panjang-umur pendek, cantik-jelek, pandai-bodoh, dan masih panjang lagi daftar ini bila semua dituliskan.

Perasaan kita kadang lebih hancur bila kita mengingat penderitaan seakan lebih sering terjadi pada kita dibandingkan pada orang lain. Hal semacam ini juga terjadi dalam kehidupan kampus, rasanya kita telah lebih banyak belajar untuk persiapan ujian, kenapa orang yang lebih tidak siap menghadapi ujian sering memperoleh nilai yang hampir sama, bahkan kadang sama atau malah melebihi nilai kita. Kita kecewa. Kita kemudian bertanya dalam hati, apakah kesalahan kita? Apakah benar ini cobaan hidup? Siapakah yang mencoba? Kita terus berusaha mencari 'kambing hitam' atas kesulitan yang dialami.

Namun, lebih baik untuk tidak menyalahkan pihak lain atas kesulitan kita. Semua penderitaan dan masalah kehidupan pasti ada penyebabnya. Setiap orang memiliki penyebabnya masing-masing.

Oleh karena itu, sungguh tidak tepat bila dalam diri kita masih juga muncul kejengkelan, iri hati terhadap kebahagiaan orang lain, bahkan amat keliru kalau kita sampai putus asa, patah semangat hidup dalam menghadapi perubahan yang terus terjadi dalam kehidupan. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kehidupan ini memang selalu berisikan perbedaan, saling bertolak belakang. Perbedaan dalam dunia ini malah sering diibaratkan sebagai saudara kembar. Artinya, kita tidak mungkin hanya menerima satu sisi dan menolak sisi yang lainnya. Kita hanya mau menerima sisi kebahagiaan saja dan menolak sisi yang berisikan penderitaan. Tidak bisa. Tidak mungkin. Kita pasti menerima keduanya.

Menerima kedua kenyataan hidup ini sering membuat pikiran kita menjadi tidak seimbang. Kadang pikiran merasa senang, tetapi tidak jarang pikiran menjadi sedih. Sungguh sulit untuk bertahan pada pikiran yang penuh kebahagiaan.

Bila diamati, kondisi bahwa segala sesuatu selalu berubah ini adalah merupakan hakekat kehidupan. Perubahan itu sendiri adalah netral, tidak menyedihkan maupun menggembirakan. Munculnya perasaan suka maupun duka dalam menghadapi perubahan itu adalah hasil pikiran kita sendiri. Oleh karena itu, tidak mungkin kita mampu mengubah dunia. Tidak mungkin kita mengubah kenyataan. Hal yang mampu kita lakukan adalah mengubah cara berpikir kita sendiri.

Siap menerima kenyataan sebagai kenyataan, bukan seperti yang kita harapkan menjadi kenyataan. Cara berpikir yang salahlah yang membuat kita menderita. Cara berpikir yang salah ini karena kita terlalu mengharapkan kenyataan dapat berubah sesuai dengan keinginan kita. Makin besar keinginan mengubah kenyataan, makin besar pula penderitaan dan kekecewaan yang akan dirasakan. Kita ingin selalu berkumpul dengan segala sesuatu yang dicinta. Sebaliknya, kita selalu berusaha menolak untuk bertemu dengan apapun yang kita benci. Kenyataannya, kita pasti akan berpisah dengan segala yang dicinta dan bertemu dengan hal-hal yang dibenci. Karena itu, kita hendaknya mengubah cara berpikir agar mampu menerima kehidupan ini sebagaimana adanya.

Mari kita rubah cara pandang kita dalam kehidupan ini, karena sesungguhnya orang hanya saling memperhatikan antara satu dengan yang lainnya. Apabila ia melihat orang lain memiliki sesuatu yang ia sendiri belum memiliki maka ia katakan orang itu berbahagia. Kenyataannya, kebahagiaan relatif sifatnya. Kebahagiaan adalah urusan pribadi, tidak dapat diukur oleh orang lain.

" marilah kita menerima semua yang ada pada diri kita, baik kekurangan atau kelebihan kita "

"Jangan mengira yang kita anggap baik untuk hidup kita adalah selalu yang terbaik "


Posted by : Admirrer Miracle

Senin, 08 Desember 2008

Lulusan VS Lowongan


Dari tahun ketahun jumlah pengangguran di dunia semakin meningkat khususnya di negara Indonesia, Realita yang ada tanpa melihat angkanya lagi banyaknya jumlah penganguran yang ada semakin banyak. Peran serta kampus dan universitas sebagai wadah dalam pencarian ilmu yang lebih tinggi membuat orang berpikiran lulusan dari sanalah yang akan mudah mendapatkan pekerjaan dengan kata lain persepsi dan pola pikir yang masih dikembangkan pola pikir lama (klasik). Persepsi itu tumbuh dan mengakar kuat dalam pemikiran para mahasiswa kita, sehingga membuat paradigma lulusan sarjana adalah orang yang mudah dalam mencari pekerjaan.


Sehingga menimbulkan gejala pemalasan nasional yang kurang berpikir lebih dan kurang kreatif dengan potensi yang ada dalam dirinya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan yang telah diterapkan oleh kebanyakan kampus adalah setelah lulus dari kuliah, para mahasiswa lebih cenderung disarankan untuk mencari sebuah pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang ditekuni, sedangkan kenyataannya sekarang ini lowongan pekerjaan yang ditawarkan sangatlah terbatas apabila dibandingkan dengan lulusan sarjana yang dicetak oleh berbagai kampus sangat banyak, sehingga terjadi ketimpangan yang sangat signifikan.

Dari latar belang masalah yang ada kami merasa perlunya ada suatu wadah atau insitusi pendidikan non formal yang menampung polapikir dan jiwa entepreneur dari kalangan kampus atau mahasiswa untuk bersama –sama belajar dan mencari peluang usaha yang ada. Selain itu perlunya perubahan terhadap pola pikir serta motivasi dan peluang usaha untuk memulai usaha dimulai dari dini harus ada pembicaraan yang mendalam dan praktek yang harus dilakukan oleh paradigma kampus dengan para pengusaha yang sukses didalam bidangnya serta motivasi yang harus diberikan dalam memulai segala sesuatu. bagaimana kita harus menyikapi masalah ini ?

Posted by : ab3nk

Jumat, 21 November 2008

Kinerja Guru untuk Hasil Pendidikan


Guru merupakan salah satu unsur yang dianggap sangat menentukan tinggi rendahnya mutu pendidikan di sekolah. Dalam kebutuhan minimal sarana dan fasilitas pendidikan yang relatif terpenuhi nampak bahwa investasi biaya pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan guru lebih mampu meningkatkan mutu daripada melalui penyediaan sarana. Apabila dilihat dari segi pelaku, persoalan mendasar dari mutu pendidikan adalah kesejahteraan guru. Kesejahteraan meliputi aspek material dan nonmaterial. Nonmaterial misalnya kemudahan naik pangkat, suasana kerja yang sejuk dan perlindungan hukum. Adapun yang termasuk kesejahteraan material adalah gaji, tunjangan dan insentif lainnya. Selama ini banyak guru yang mengeluhkan gaji yang terlalu rendah. Hal ini merupakan salah satu alasan kurang optimalnya kinerja guru dalam memberikan suatu pengajaran.
Guru adalah kondisi yang diposisikan sebagai garda terdepan dan posisi yang sangat strategis dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di lingkungan pendidikan tersebut. Kita lihat kinerja guru menurut para ahli diantaranya adalah Kamars (1994:104) dikutip oleh Adnan (1966:1219) menyatakan kinerja guru merupakan terjemahan dari kata performance yang berarti kemauan untuk melakukan suatu pekerjaan. Dapat juga kita lihat dalam kamus Bahasa Indonesia (1995:233) kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, kemampuan bekerja.
Kita lihat kondisi pendidikan pada hari ini, sangat jauh dari yang kita cita-citakan sebelumnya yaitu pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Betapa banyak siswa yang tidak lulus dari ujian akhir nasional mulai dari siswa yang berada di pusat kota sampai pada siswa yang berada di daerah- daerah. Hal tersebut salah satu penyebabnya adalah kinerja guru yang kurang baik.
Banyak yang perlu menjadi bahan pertimbangan kita pada saat ini, bagaimana kinerja guru akan berdampak pada pendidikan yang lebih bermutu.
Pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan suatu ilmu pengetahuan yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun untuk kepentingan orang banyak atau bangsa dan negaranya sendiri. Sistem pendidikan nasional pada saat ini sangat memiliki posisi yang sangat lemah dengan terjadinya pembahan kurikulum yang terus-menerus, maka dengan perubahan kurikulum tersebut akan berdampak sekali pada guru itu sendiri dan bisa juga mengakibatkan frustrasi bagi guru yang memiliki kemampuan minimal.
Yang tak habis pikir bagi kita yaitu mengapa kurikulum itu sering bergonta-ganti? Apakah hal tersebut suatu proyek bagi dinas pendidikan atau bagaimana? Hal tersebut tidak bisa kita ketahui secara pasti. Yang jelas hal kata-kata orang pendidikan itu akan meningkatkan pendidikan di negara kita ini. Tetapi sebagaimana yang kita ketahui yaitu sudah banyak terjadi perubahan kurikulum mulai dari awal kemerdekaan sampai pada masa era reformasi ini, tetapi hal tersebut tidak membawa perubahan bagi pendidikan itu sendiri. Apa yang mesti kita lakukan supaya pendidikan di negara kita ini dapat menjadi pendidikan yang bermutu yaitu salah satunya adalah meningkatkan kinerja guru itu sendiri
Dalam pendidikan, guru sangat berperan aktif sekali untuk melancarkan proses belajar-mengajar baik pada jenjang pendidikan formal maupun pada jenjang pendidikan non formal. Seorang guru diharapkan keprofesionalannya untuk memberikan suatu materi pada peserta didik. Profesi itu pada hakikatnya adalah suatu janji seseorang behwa mereka akan mengabdi pada suatu jabatan yang diperolehnya dan merasa terpanggil untuk mengabdi dan akan bertanggungjawab demi terlaksananya proses pendidikan.
Tujuan kinerja guru. Pertama guru memiliki program kerja yang jelas. Seorang guru tersebut harus memiliki program kerja yang jelas supaya dalam proses pendidikan tidak terjadi penyimpangan dalam penyampaian materi yang akan diberikan kepada siswa dan siswa dapat dengan cepat menangkap apa yang disampaikan oleh guru tersebut. Kedua, seorang guru tersebut harus bisa memvariasikan metode pembelajaran, supaya nantinya para siswa tidak menimbulkan rasa bosan dalam proses belajar mengajar. Yang dapat kita
lihat realita hari ini seorang guru itu memberikan pelajaran hanya satu metode saja, dan itu dapat membosankan para siswa dalam kelas. Ketiga, seorang guru harus bisa memberikan motivasi kepada siswanya dalam proses belajar mengajar supaya apa-apa yang disampaikan guru dapat dikerjakan oleh siswa dengan baik. Memberikan motivasi itu sangat berpengaruh pada siswa, karena siswa merasa diperhatikan oleh gurunya sendiri.
Untuk memahami profesi, kita harus mengenali melalui ciri-cirnya, antara lain: memiliki suatu keahlian khusus, merupakan suatu penggilan hidup, memiliki teori-teori yang baku secara universal, mengabdikan diri untuk masyarakat dan bukan untuk diri sendiri, dilengkapi dengan kecakapan diagnostik dan kompetensi yang aplikatif, memiliki otonomi dalam melaksanakan pekerjaannya, mempunyai kode etik, mempunyai klien yang jelas, mempunyai organisasi profesi yang kuat, mempunyai hubungan dengan profesi pada bidang-bidang ahlinya. Ciri-ciri tersebut masih general, karena belum dikaitkan dengan bidang keahlian tertentu. Bagi profesi guru berarti ciri-ciri itu lebih spesifik lagi dalam kaitannya dengan tugas-tugas pendidikan dan pengajaran baik di dalam maupun di luar kelas.
Kita yakin bahwa di era globalisasi ini, informasi sangat mudah kita dapatkan, mulai dari informasi yang sering kita dengar maupun informasi yang belum pernah kita dengar itu akan didapat. Hal tersebut dapat diatasi dengan baik jika seorang guru memperhatikannya dengan baik apa yang mesti dilakukannya dalam proses belajar mengajar. Kita yakin dengan diperhatikan kinerja guru, pendidikan di Indonesia dapat setara dengan negara-negara berkembang seperti Jepang yang sudah maju. Kita pernah mendengar pada waktu Jepang dikalahkan oleh Sekutu, orang Jepang tersebut mengatakan berapa orang guru yang tinggal, mereka tidak menanyakan berapa kerugian yang dialaminya. Dari hal tersebut guru sangat berperan sekali untuk melakukan pembangunan di sebuah negara. Jadi yang mesti diperhatikan oleh pemerintah pada saat ini yaitu bagaimana meningkatkan kinerja guru. Jika guru telah sepenuh hati mengabdi pada negara yang kita cintai ini, negara kita akan maju untuk selama-lamanya .